Ada beberapa perumpamaan yang Allah berikan kepada umat manusia di dalam Al Qur’an untuk direnungkan dan dipelajari. Perumpamaan harta yang dinafkahkan di kehidupan dunia, perumpamaan kalimat-kalimat yang baik dan beberapa perumpamaan lainnya. Begitu juga Allah telah menambahkan kisah-kisah orang shaleh selain para Nabi, seperti kisah Ashabul Kahfi, Kisah Dzul Qornain dan Kisah Lukman Al Hakiim. " Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (Al Baqarah: 26)”
Senin, 05 Oktober 2009
Perumpamaan dan Kisah Al Qur’an yang lainnya
Ada beberapa perumpamaan yang Allah berikan kepada umat manusia di dalam Al Qur’an untuk direnungkan dan dipelajari. Perumpamaan harta yang dinafkahkan di kehidupan dunia, perumpamaan kalimat-kalimat yang baik dan beberapa perumpamaan lainnya. Begitu juga Allah telah menambahkan kisah-kisah orang shaleh selain para Nabi, seperti kisah Ashabul Kahfi, Kisah Dzul Qornain dan Kisah Lukman Al Hakiim. " Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (Al Baqarah: 26)”
Nabi Adam as, Nabi Nuh as, Nabi Yunus as dan Nabi Ayub as.
Adam as adalah manusia pertama yang Allah utus sebagai Nabi, dan yang mendapatkan amanat sebagai penguasa di muka bumi. “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui (Al Baqarah: 30)".
2. Kisah Nabi Nuh as
Nabi Nuuh adalah nabi setelah Adam as yang diperintahkan untuk membimbing manusia ke jalan Allah SWT. Perjuangan yang membutuhkan kesabaran dan keteguhan dalam menegakkan agama Allah SWT. Pembinasaan kaum Nabi Nuuh yang menolak ajakannya adalah dibinasakan dengan dahsyatnya air bah (banjir) yang turun dari langit dan yang keluar dari bumi. Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya." Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat) (Al A’raf: 29)”.
3. Kisah Nabi Yunus as
Allah mengajarkan dengan cerita Nabi Yunus as bahwa memperjuangkan agama membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Pengharapan beriman hanya kepada Allah SWT. Allah lah yang menentukan seorang mau menerima keimananan atau menolaknya. “Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.(Yunus: 99) ”
Ujian yang menimpa diri manusia pilihan yang sangat berat dirasakan oleh Nabi Ayub as. “dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang". Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.(84) Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya; "Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan (Al Anbiya: 83)".
Nabi Huud as dan Nabi Shaleh as
Nabi Huud adalah nabi yang diutus kepada kaum A’ad. Nabi Huud as mengajak kaumnya untuk beriman kepada Allah SWT. Allah membinasakan kaum Nabi Huud as dengan dimulai awan-awan dilangit kemudian Allah kirim angin yang sangat kencang dan sangat dingin “Dan ingatlah (Hud) saudara kaum `Aad yaitu ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya di Al Ahqaaf dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan sesudahnya (dengan mengatakan): "Janganlah kamu menyembah selain Allah, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar". Mereka menjawab: "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) tuhan-tuhan kami? Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar (Al Ahqaaf: 21)".
2. Kisah Nabi Shaleh as
Nabi Shaleh as adalah nabi yang diutus kepada kaum Tsamusd. Kaum Tsamud mempunyai keahlian memahat gunung-gunung sebagai tempat tinggal. Nabi Sahleh as mengajak kaumnya untuk beriman kepada Allah SWT. Ujian bagi kaum Nabi Shaleh adalah unta betina. “ Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mu`jizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat." Mereka membunuh unta itu, maka berkata Shaleh: "Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan." Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya (Huud: 63)”.
3. Cobaan terhadap Nabi Huud as dan Nabi Shaleh as
Pengusiran dan ancaman-ancaman yang diterima oleh Nabi Huud dan Nabi Shaleh. Cobaan dan ancaman yang selalu diterima oleh para nabi yang diutus oleh Allah SWT. Dan (juga) kaum `Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam (Al Ankabuut: 38)”.
Nabi Daud as dan Sulaiman as
1. Kisah Daud as
Allah SWT memberikan banyak ilmu pengetahuan kepada Nabi Daud as. Kebijaksanaan yang sampai puncaknya, ilmu yang membuat besi lunak dan gunung-gunung bertasbih dengannya. “Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). “Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya amat ta`at kepada Allah. Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan (Shaad: 17)”.
2. Sulaiaman as mewarisi kerajaan Daud as
Kekuasaan dan Ilmu Nabi Daud as kemudian diwariskan kepada puteranya Nabi Sulaiman as. Allah menambahkan ilmu kepada Sulaiman as sehingga bangsa Jinn menghamba kepadanya. Bahasa-bahasa hewan pun Nabi Sulaiman memahaminya “Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata". Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).(An Naml: 17)”
Nabi Luth as dan Ilyas as
Nabi dan Rasul yang selanjutnya diutus oleh Allah SWT adalah Nabi Luth as. Nabi ini diutus oleh Alah kepada umat yang melakukan penyimpangan dalam berhubungan sex. Nabi Luth mengajak kaumnya untuk beriman kepada Allah SWT dan jangan melakukan penyimpangan dari sunatullah dalam berhubungan sex. Penyiksaaan kaum Nabi Luth as adalah mereka dilempari batu dari langit. “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?" Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri." Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu. kecuali Luth beserta pengikut-pengikutnya. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkan mereka semuanya.(Al A’raf: 80)”
Nabi Syuaib as mengajak kaumnya untuk beriman kepada Allah SWT semata. Perbuatan dosa mereka yang mewabah adalah mengurangi takaran dan timbangan di dalam berjual beli. Allah membinasakan kaum Nabi Syuaib as dengan gempa yang sangat dahsyat. “Dan kepada (penduduk) Mad-yan (Kami utus) saudara mereka, Syu`aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat)." Dan Syu`aib berkata: "Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.(Al A’raf: 85)”
Penyembahan terhadap berhala merupakan kesalahan yang juga dilakukan oleh kaum Nabi Ilyas as. Berhalah yang disembah mereka beri nama Ba’i “Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul-rasul. (Ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu tidak bertakwa? Patutkah kamu menyembah Ba`i dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta, (yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu? (Ash Shaafaat: 123)".
Nabi Ibrahim as, Ismail as, Ishak as, Idris as dan Dzulkifli as
Ibrahim as adalah hamba Allah yang sangat taat kepada penciptanya (Allah SWT) dengan kebijaksanaan yang bersumber dari bimbingan Allah SWT, hatinya selalu gelisah karena belum mempunyai keturunan yang akan melanjutkan pejuangan mengajak manusia untuk mengesakan Allah SWT. Dengan kasih sayang Allah SWT diutuslah beberapa Malaikat untuk mengabarkan bahwa Ia akan mendapatkan seorang putera (Ismail dan Ishaq as) “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) do`a. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah do`aku (Ibrohim: 40)”.
2. Kisah Ismail
Nabi Ismail adalah Nenek Moyang Nabi Muhammad SAW. Dan Allah menceritakan tentang kisah Ismail as yang kemudian Allah jadikan beberapa kejadian menjadi ritual manasik Haji. Air Zamzam, berlari kecil antara Shafa dan Marwah (Sa’i), melempar batu-batu kecil (Jumrah) dan menyembelih hewan Qurban. “Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.( Maryam: 54)”
3. Kisah Idris
Allah menceritakan juga hamba Allah yang shaleh lainnya, yaitu Idris as “Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi (Maryam: 56)”.
4. Kabar gembira tentang kelahiran Ishaq as
Keturunan Ibrahim as yang menjadi Nabi adalah adik Ismail dari ibu yang berbeda yaitu Ishaq as “Dan Kami beri dia kabar gembira dengan kelahiran Ishaq, seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh. Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. Dan di antara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata (Ash Shaafaat: 112)”.
Nabi Isa as, Nabi Yahya dan Nabi Zakaria
Al Qur’an menceritakan sebuah keluarga yang selalu dalam bimbingan Allah SWT. Dimulai dari Isteri Imran yang bernazar jika terlahir dari rahimnya seorang putera akan dihambakan di Baitul Maqdis. Dan ternyata yang terlahir anak wanita (Maryam), maka dia antarkan kepada Nabi Zakari untuk dididik berkhidmat. Dan pada akhirnya anak shalehah tersebutnya hamil tanpa ada yang menyentuhnya, dan melahirkan seorang Nabi yaitu Isa as. “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga `Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (keturunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Ingatlah), ketika isteri `Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Ali Imran: 33)".
2. Kisah Al Masih putera Maryam
Dengan kuasa Allah SWT terlahirlah anak manusia yang terpilih Isa as dari rahim yang mulia (Maryam). Sebuah ujian yang sangat berat bagi Maryam hamil tanpa ada laki-laki yang menyentuhnya. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih `Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh." . Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia (Ali Imran: 45).
3. Pengangkatan Yahya sebagai Nabi dan sifat-sifat keutamaannya
Nabi yang masih dari keluarga Imran adalah nabi Yahya as “Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak, dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dari dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa, dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka. Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan, dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali (Maryam: 12).